September 27th, 2008
by nidauddin
YA ALLAH, JIKA HAMBAMU BERCINTA, CINTAKANLAH HAMBA PADA SESEORANG YANG MELABUHKAN CINTANYA KEPADA MU, AGAR BERTAMBAH KEKUATANKU UNTUK MENYINTAI-MU
YA MUHAIMIN, JIKA HAMBAMU JATUH HATI, IZINKANLAH MENYENTUH SEORANG INSAN YANG HATINYA TERTAUT PADA-MU AGAR TIDAK TERJATUH DIRIKU DALAM JURANG CINTA NAFSU
YA RABBANA, JIKA HAMBAMU MERINDU, RINDUKANLAH DIRI INI PADA SESEORANG YANG MERINDUI SYAHID DI JALAN MU
YA ALLAH, JIKA HAMBAMU MENIKMATI CINTA KEKASIH-MU, JANGANLAH KENIKMATAN ITU MELEBIH KENIKMATAN INDAHNYA BERMUNAJAT DISEPERTIGA MALAM TERAKHIR-MU
YA ALLAH JIKA HAMBAMU INI JATUH HATI PADA KEKASIHMU, JANGAN BIARKAN DIRIKU TERTATIH DAN TERJATUH DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA, KEPADA-MU..
Category Tak Berkategori
|
No Comments →
September 26th, 2008
by nidauddin
ya ‘aliy… teriak seseorang yang berada di sampingku, kontan saja teriakan keras itu memekakkan daun telinga dan membuatku kaget tak kepayang, hampir saja kupingku dibuat budek dengan teriakan yang sangat kencang itu. apalagi seseorang yang diteriaki tersebut ternyata muncul dari lantai atas sebuah apartemen, dan kemudian menjawab panggilan itu dengan teriakan yang serupa.
yah, begitulah keadaan dan kebiasaan sebagian masyarakat mesir. untuk memanggil seseorang, mereka tidak segan berteriak dengan kencang, tidak pandang bulu seseorang yang dipanggil itu berada dekat atau jauh darinya, meski kebiasaan ini bukan kebiasaan sebagian besar masyarakat mesir, dengan tidak bermaksud menggenalisir semua masyarakat mesir seperti ini, namun inilah refleksi saya sebagai orang asing yang tinggal di negri peradaban tertua dunia, sehingga mereka tidak segan menyebut mesir sebagai “ummuddunya” (ibu peradaban dunia)..”wa anduwnusia abuhaa” (dan indonesia adalah bapaknya ) yang kemudian dengan canda dijawab oleh para masisir (mahasiswa indonesia mesir) dengan ungkapan seperti itu.
memang beberapa tahun saya tinggal di mesir, image prilaku yang sangat menonjol dari masyarakat mesir adalah sikap kasarnya, meski mereka juga terkenal ramah dan supel, disamping sebenarnya banyak sifat-sifat aneh yang lebih menonjol seperti agak norak dalam berpakaian (warna baju yang tidak pas hingga suka berpakaian ketat meskipun tidak sesuai dengan tubuh mereka karena kebanyakan bertubuh gemuk), caper (suka membunyikan keras-keras ringtone hp dan baru menjawab panggilan setelah lama membunyikanya, juga suka pamer otot) dan terkadang konyol dilihat dari berbagai macam tayangan televisinya yang masih jadul hingga adegan -adegan konyol yang mungkin itu lucu menurut mereka namun konyol dan aneh menurut saya dan masyarakat asing lainya, ‘allakulihal saya tidak berniat ghibah menceritakan hal ini, namun inilah refleksi saya sebagai orang asing yang beberapa tahun ini hidup dalam lingkungan mereka.
terkait dengan berbagai fenomena dan kejanggalan-kejanggalan yang saya temukan, saya mencoba menjadikanya sebagai topik tulisan saya kali ini, yang memang sengaja saya beri judul “Ada Tarzan di Mesir”, melihat kejadian awal yang sudah saya ceritakan diatas hingga mengaitkanya dengan dampak dan juga penyebab dari sikap tersebut serta pelajaran yang bisa dipetik sebagai sebuah renungan. kalau kita sudah menonton film Tarzan yang sangat masyhur itu, kita menemukan suatu adegan yang sering dipertontonkan tatkala sang tarzan tengah bergelantungan dari satu pohon ke pohon yang lain, diapun berteriak “aaauuuoooo…” sambil menaruh tangan didekat mulutnya yang seakan menjadi corong pengeras suara teriakan tersebut, dan mungkin begitu juga yang dilakukan oleh orang mesir tadi ketika memanggil seseorang dengan teriakan yang keras, sehingga perilaku mereka tidak jauh beda dengan tarzan yang sedang bergelantungan dan berteriak untuk mengabari makhluk yang lain akan keberadaanya (bersambung).
Category Tak Berkategori
|
No Comments → | Tagged catatan kairo, refleksi, tarzan mesir